Pentingnya Pembukuan Sederhana Bagi UMKM

0
81
views
sumber: google.co.id

Pembukuan simpel adalah istilah yang tenar bagi para pengusaha. Tiap variasi bisnis, bagus itu bisnis berskala kecil hingga besar sangat perlu untuk memahami pembuatan pembukuan keuangan, adalah pembukuan simpel. Lazimnya, pembukuan simpel terdiri dari seluruh laporan keuangan di suatu perusahaan. Bagi sebuah UMKM, pembukuan UMKM juga mempunyai sifat yang sangat krusial. Ini dikarenakan dari pembukuan UMKM, seorang pengusaha bisa memonitor atau memantau sejauh mana UMKM hal yang demikian dalam menerima keuntungan, sebaik apa daya kerja UMKM hal yang demikian, hingga pengusaha bisa mengevaluasi sebaik apa kendali UMKM hal yang demikian terhadap arus dana yang ada. Tak cuma itu saja, pengusaha akan gampang dalam mengevaluasi seberapa bagus skor-skor aset, skor likuiditas, serta kesanggupan dalam menangani seluruh format tanggung jawab terhadap utang-piutang yang ada pada sebuah UMKM. Dalam pembukuan UMKM lazimnya akan terasa lengkap bila berisi laporan keuangan seperti:

  1. Neraca.
  2. Laporan perubahan ekuitas.
  3. Laporan laba rugi yang komprehensif.
  4. Laporan posisi keuangan yang terdiri dari laporan arus kas atau laporan arus dana pada UMKM hal yang demikian.
  5. Laporan lainnya.
    Pembukuan UMKM adalah aspek yang sangat penting demi kemajuan sebuah UMKM hal yang demikian. Karena pembukuan UMKM termasuk dalam pencatatan transaksi keuangan yang ada. Sekiranya mau membuat pembukuan, maka tak perlu melaksanakan pembukuan yang ribet dan menyulitkan. Karena, pembukuan bisa dihasilkan dengan cara yang simpel. Ada beberapa langkah gampang yang bisa dijalankan ketika mau membuat pembukuan. Berikut ini langkah mudahnya:
  6. Melacak Faktur
    Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya mengenal apa itu faktur. Faktur adalah bukti pendorong untuk melaksanakan pembukuan dan laporan keuangan pada sebuah perusahaan termasuk UMKM. Sekiranya faktur telat atau tak dibayarkan sesuai jadwal, maka akan bisa mengganggu suatu aliran kas perusahaan. Implikasinya, UMKM tak bisa berjalan dengan lancar seperti sedia kala. Oleh karena itu, jangan biarkan dan jangan hingga klien telat atau tak membayar ketika menerima tagihan. Untuk memecahkan hal ini, memberikan jatuh tempo terhadap klien bisa menjadi solusi. Sehingga bila klien tak memenuhi tenggat waktu yang sudah ditetapkan, maka akan dijatuhi penalti atau denda yang dibebankan pada jumlah yang mesti dibayarkan.
  7. Jangan Satukan Catatan Piutang dan Utang
    Sekiranya mau membuat pembukuan UMKM yang rapi dan tertata, maka pisahkanlah catatan antara piutang dan utang. Sehingga, UMKM bisa terhindar dari manajemen buruk yang bisa menyebabkan UMKM gagal untuk naik jenjang. Sekiranya dana yang didepositokan oleh klien dan dana yang dipinjam dicampur atau disatukan, maka akan menimbulkan keder. Sekiranya hal ini diperbolehkan secara terus menerus, akan membuat UMKM berada pada krisis keuangan. Sehingga, ada baiknya memisahkan catatan piutang dan utang. Ini akan membuat pelacakan data transaksi pada pembukuan UMKM menjadi lebih gampang.
  8. Menyimpan Seluruh Data Keuangan dan Transaksi Lainnya
    Karena yang mesti dan selalu diingat bahwa data keuangan dan transaksi adalah hal yang penting dan genting. Agar, bila mau menjadi UMKM yang visioner maka mesti sudah memastikan bahwa seluruh data dan dokumen dalam transaksi sehari-hari bisa disimpan dengan bagus dan benar agar bisa diterapkan sebagai referensi pada masa yang akan datang. Agar mempunyai pembukuan UMKM dan membangun keuangan yang bagus, maka mesti dipastikan sudah mempunyai pernyataan bank, laporan laba rugi, neraca, kuitansi, faktur, dan bukti transaksi lainnya. Sehingga, UMKM akan mempunyai pembukuan dan laporan keuangan yang lebih bagus meskipun simpel.
  9. Sediakan Waktu Agar Pembukuan UMKM Sudah diKaji
    Karena menjadi rahasia umum bahwa meninjau pembukuan keuangan secara rutin dan terstruktur akan memberikan manfaat yang bagus. Karena, bisa mengenal kabar yang terupdate tentang situasi suatu bisnis atau usaha. Sama halnya dengan UMKM. Sekiranya rutin meninjau pembukuan UMKM maka UMKM akan sanggup mengelola arus kas, mengenal pengeluaran mingguan yang terjadi serta kabar mengenai faktur yang sudah dikeluarkan oleh UMKM hal yang demikian. Tak stop disitu saja, dengan rutin meninjau pembukuan dan laporan keuangan, maka selaku pemilik UMKM akan lebih gampang untuk melacak serta mengevaluasi pengeluaran dan pendapatan dengan menggunakan kartu kredit. Karena, dengan cara seperti itu catatan pengeluaran bisa tersimpan secara otomatis.
  10. Kecuali Software Akuntansi
    Memang sudah banyak bisnis atau usaha menggunakan software akuntansi agar pembukuan dan laporan keuangan bisa tertata dengan bagus dan benar. Termasuk dalam pembuatan pembukuan sangat direkomendasikan untuk menggunakan software akuntansi bila mau membuat pembukuan UMKM hal yang demikian menjadi lebih gampang. Pun mempermudah dalam membuat pembukuan, dengan menggunakan software akuntansi, UMKM akan lebih gampang dipantau secara realtime dan instan tentunya. Karena, jurnal dan data transaksi bisa diakses dimanapun dan kapan saja cuma bermodalkan dunia maya.
    Sebagai pemilik UMKM yang mau memajukan UMKM, maka dengan mempunyai pembukuan dan laporan keuangan yang bagus dan tertata bisa menjadi skor penting. Agar, dari pembukuan hal yang demikian lah bisa mengevaluasi dan meninjau sudah sejauh mana UMKM hal yang demikian akan menerima untung. Karenanya, bila pembukuan UMKM secara simpel hal yang demikian tak bisa lakukan karena kekurangan energi atau karyawan. Profesi, tak ada salahnya untuk menggunakan beberapa jasa untuk membuat pembukuan atau laporan keuangan. Seperti menggunakan jasa konsultan akuntansi atau konsultan bisnis. Sehingga, UMKM bisa lebih fokus dalam mewujudkan sasaran dan rencana yang sudah dihasilkan. menjadi lebih gampang tanpa mesti berdaya upaya lebih ketika membuat pembukuan UMKM nantinya.

Sumber: trusvation.com