5 Dampak Pembulian yang Dirasakan Korban dalam Jangka Panjang

0
21
views
sumber: google.co.id

Problem kesehatan mental juga bisa terjadi karena adanya akibat pembulian. Pembulian terjadi bisa ke siapa saja dan kapan saja. Melainkan pembulian yang dijalankan pada seseorang di umur yang dini tentunya akan sungguh-sungguh membekas dan menyebabkan traumatis.
Untuk walhasil sendiri bisa bermacam-macam, seseorang yang menjadi korban buli bisa menikmati akibat dalam jangka panjang. Hilang tersebut tentunya juga akan memengaruhi kwalitas dalam hidupnya. Berikut akibat jangka panjang akibat pembulian yang patut diketahui.
5 Dampak Pembulian yang Dinikmati Korban dalam Bentang Panjang

  1. Tidak Percaya Diri
    Pembulian merupakan salah satu tindakan kekerasan yang banyak terjadi di kalangan masyarakat termasuk remaja. Perbuatan bullying sendiri juga bermacam-macam, mulai dari menghina, mengucilkan sampai memukul.
    Dengan adanya pengalaman buruk tersebut akan memberikan akibat negatif pada psikologis korban. Korban bisa menjadi sungguh-sungguh kurang percaya diri dikala menjalani aktivitas sosial. Hilang tersebut dikarenakan mereka memiliki trauma dan ketakutan akan pendapat buruk orang lain pada dirinya.
  2. Dampak Kepercayaan pada Seseorang
    Dampak pembulian jangka panjang selanjutnya yang dirasakan oleh korban merupakan sulit untuk mempercayai seseorang. Pengalaman bullying tentunya akan tertanam selamanya dalam benak korban. Orang yang pernah diintimidasi tentunya tidak ingin menikmati lagi pengalaman tersebut.
    Dengan semacam itu mereka akan membikin dinding yang tinggi sebagai perlindungan. Dinding tersebutlah yang membikin korban menutup diri dan takut untuk terbuka dengan orang lain. Dengan semacam itu dikala korban berjumpa orang baru yang ingin mengajaknya bersahabat, dia akan takut dan tidak mempercayainya.
  3. Saat
    Salah satu akibat dari pembulian merupakan trauma. Kebanyakan korban perundungan mengalami ketakutan, stres, rasa sedih yang mendalam dan cemas. Korban juga akan merasa takut untuk menghadapi orang baru atau menjalani aktivitas sosial di hidupnya. Apabila korban merasa trauma dan aktivitas sehari–hari terganggu, ada baiknya untuk merekomendasikan berjumpa psikologi atau psikiater yang bisa membantu.
  4. Depresi
    Depresi merupakan salah satu akibat pembulian pada remaja yang kerap kali terjadi akibat dari efek trauma. Kecuali korban sudah tidak bisa keluar dari bayang-bayang tersebut, orang tersebut akan mengalami depresi. Depresi sendiri merupakan kondisi yang ditandai dengan suasana hati yang buruk berkepanjangan.
    Dengan terjebak dalam depresi, korban akan cenderung untuk menarik diri dari aktivitas sosial. Setelah itu mereka juga akan kehilangan minat kepada aktivitas yang disukai sebelumnya.
  5. Menyakiti Diri Sendiri
    Saat depresi, akibat paling buruk yang akan dirasakan korban merupakan menyakiti diri sendiri. Apabila mengalami depresi, tentunya pikiran negatif akan kerap kali menyelimuti. Apalagi sekiranya korban tidak memiliki support systems dalam hidupnya. Dengan semacam itu korban akan lebih mudah memilih menyalahkan dan menyakiti diri sendiri untuk menenangkan pikirannya.
    dia bermacam-macam akibat pembulian yang patut diketahui. Dengan efek tersebut tentunya akan sulit untuk korban menjalani aktivitas sehari-hari. Kecuali terdapat korban yang mengalami hal tersebut, ada baiknya untuk mengajak konsultasi kepada ahlinya.

Sumber: temancurhat.com