6 Tantangan yang Harus Dihadapi Bisnis Properti

0
20
views
6 Tantangan yang Harus Dihadapi Bisnis Properti
sumber: google.co.id

Jakarta – Di tahun 2018 ini nampaknya sektor properti seperti hunian perumahan di Cikarang, Tangerang, dan sekitarnya dalam bentuk rumah tapak maupun apartemen mengalami banyak perkembangan. Ignatius Untung, Country General Manager Rumah123.com memaparkan bahwa setidaknya ada 6 hal yang jadi tantangan bagi sektor properti yang harus dihadapi di tahun 2018 ini.

“Saya bilang ini tahun yang unik, karena baru sekali dalam sejarah bisnis properti itu menghadapi enam tantangan sekaligus,” kata Untung.

6 tantangan yang dihadapi oleh bisnis properti di Indonesia

Menurutnya, tantangan yang pertama adalah industri properti yang masih dianggap sebagai cycle industry yang masih berada di posisi bawah. Hal itu disebabkan karena kondisi sektor properti di tanah air belum sepenuhnya mampu bangkit dari keterpurukannya yang pernah terjadi di tahun 2015.

Kedua, bisnis properti juga tengah menghadapi isu penurunan daya beli oleh masyarakat. Kemudian tantangan ketiga adalah karena semakin banyaknya pengembang China yang sangat agresif dalam menginvestasikan dananya ke berbagai properti di Indonesia. Hal tersebut pastinya membuat tantangan khusus bagi para perusahaan properti di tanah air.

Selanjutnya adalah tantangan keempat dimana tahun ini, industri properti harus siap menghadapi disrupsi dalam hal teknologi. Apalagi makin ke sini perkembangan teknologi digital semakin meningkat.

Kemudian tidak boleh dilupakan adalah fakta bahwa dua tahun ke depan, Indonesia akan mengalami tahun politik yang pastinya juga akan membawa dampak tersendiri bagi sektor properti. Inilah tantangan kelima yang juga harus dihadapi oleh para pelaku di bisnis properti.

“Yang kelima adalah memasuki tahun politik ada Pileg Pilkada. Macem macem lah,” kata Untung. Seperti yang kita ketahui, memang di tahun 2018 dan tahun depan akan terjadi Pilkada, belum lagi Pilpres di tahun 2019. Meski begitu, banyak pengembang misal salah satu contohnya seperti pengembang BSD City yaitu Sinar Mas Land yang tetap optimis dalam menghadapi pergejolakan politik yang akan terjadi selama 2 tahun ini. Mereka tetap yakin bahwa bisnis properti akan bisa tumbuh ke arah positif.

Dan yang terakhir adalah tantangan yang berasal dari perubahan perilaku para pembeli properti. Para pengembang properti haruslah siap menghadapi adanya perubahan lifestyle yang terjadi di masyarakat khususnya generasi milenial yang lebih berfokus pada pemenuhan gaya hidup serta cenderung untuk lebih menyukai dan memilih segala hal yang berbau leasure.

Menurut Untung saat ini, fokus kaum generasi Milenial lebih memilih pemenuhan gaya hidup ketimbang membeli rumah. Contohnya seperti fokus membeli gadget serta pakaian. Mereka berpikir bahwa dengan membeli rumah, maka kebutuhan gaya hidup bisa berkurang. Contohnya seperti orang yang ingin membeli sepatu baru, terpaksa harus mengurungkan niatnya demi mencicil pembelian rumah.

Padahal kita tahu bahwa saat ini, suplai perumahan di Bekasi, Jakarta, dan sekitarnya sangatlah banyak. Jangan sampai karena hal-hal tersebut di atas, maka nanti suplai jadi melebihi permintaan yang ada.