5 Masalah yang Sering Ditemui Pada AC Chiller Industri

0
106
views
sumber: google.co.id

AC chiller industri adalah mesin berteknologi mutakhir yang menolong manusia meringankan profesi mereka. Tanpa chiller, pengerjaan pendinginan ruangan tak akan berjalan lancar. Walaupun, temperatur dingin betul-betul benar-benar diperlukan untuk menjaga kwalitas suatu barang. Sayangnya kerap kali kali ada sebagian keadaan sulit yang dijumpai pada chiller industri seperti berikut ini.
Daftar keadaan sulit yang kerap kali ditemukan pada AC chiller industri

  1. Temperatur Penguapan Chiller Rendah
    Anda yang tak familier dengan operasional chiller, mungkin kurang familier dengan perangkat hal yang demikian. Walaupun chiller hadir di sekitar kita dan dimanfaatkan untuk berjenis-jenis aktivitas produksi.
    Tahukah Anda, jikalau salah satu penyebab chiller industri tak cakap berprofesi normal sebab temperatur penguapan rendah? Langsung, berapa derajat temperatur penguapan yang normal untuk satu perangkat chiller?
    Perangkat chiller normalnya memerlukan temperatur penguapan 5-10 derajat lebih kecil dari temperatur keluaran. Otomatis jikalau derajatnya lebih rendah dari itu karenanya bobot chiller kian besar dicontoh dengan lonjakan daya.
  2. Chiller Kekurangan Flour
    Kegagalan operasional AC Chiller juga disebabkan oleh kurangnya tekanan pengatur rendah. Keadaan ini mengakibatkan katup ekspansi chiller tak bisa berprofesi secara normal. Sementara, katup ekspansi memerlukan stimulan positif untuk bisa mengalirkan udara.
  3. Knalpot Chiller Over Heating
    Ada banyak sekali keadaan sulit yang teknisi dapatkan dikala merawat chiller tak terkecuali situasi knalpot yang terlalu panas. Keadaan ini disebabkan sebab peningkatan temperatur kompresi, pemanasan motor, tekanan kondensasi yang terlampau tinggi dan lainnya.
    Ilustrasi lebih terang mengenai knalpot terlalu panas cuma dapat dikenal saat teknisi memeriksa dan mencari tahu akar permasalahannya. Koreksi yang tak pada tempatnya justru membikin knalpot chiller kian bermasalah yang juga berdampak kepada operasional chiller.
  4. Stroke Cair
    Apa yang semestinya Anda lakukan untuk menghindari stroke cair? Betapa pantasnya jikalau Anda menentukan temperatur inhalasi berada dalam ambang batas normal. Tak terlalu besar namun juga tak kecil.
    Namun hindari juga derajat temperatur inhalasi yang lebih rendah dari temperatur penguapan. Atur suhunya sekitar 5-10 derajat Celsius lebih tinggi dari temperatur penguapan. Supaya lebih gampang, meminta saja jasa pemasangan chiller untuk membatasi temperatur saat mereka selesai instalasi perangkatnya.
  5. Rendahnya Temperatur Gas Membuang Chiller
    Dan problem awam yang juga kerap kali dihadapi oleh jasa maintenance chiller yakni rendahnya temperatur gas membuang perangkat. Kecuali ini disebabkan sebab aliran refrigeran tak berjalan dengan lancar melainkan stop di cara pendingin.
    Masalah itu, rendahnya temperatur gas membuang chiller juga disebabkan sebab penyumbatan katup ekspansi. Di mana debu atau kotoran tak dibersihkan secara optimal dan terencana .
    Itulah sebagian keadaan sulit yang kerap kali dihadapi pengguna chiller. Meminta hal yang demikian masih dapat diselesaikan saat Anda mengunjungi teknisi berpengalaman.
    Hingga teknisi atau jasa service untuk merawat chiller Anda dengan total. tak ada kerusakan atau keadaan sulit lainnya yang ditemukan sesudah perangkat di bawa pulang. Kerusakan AC chiller industri tak cuma merugikan Anda namun juga perusahaan yang Anda jalankan, karenanya rawatlah perangkat pendingin dengan bagus.

Sumber: acwahana.com